Lompat ke konten

PRK-I Dongkrak Penguatan UMKM Santri melalui Workshop di Ponpes Al Istia’anah Pati

PATI, Lingkar.news – Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri di era digital, Pergerakan Relawan Kemanusiaan dan Lingkungan Indonesia (PRK-I) berkolaborasi dengan PT PLN Persero menggelar workshop bertajuk Empowering Santri di Balai Latihan Kerja Komunitas Ponpes Al Isti’anah Pati, Minggu, 29 Juli 2023.

Mengusung tema “Penguatan UMKM di Era Digital, para ustad dan ustazah yang berlatar belakang santri ini dibekali keterampilan khusus sehingga makin berdaya dan mandiri. Khususnya melek digital marketing dan branding UMKM di era digital. Sebanyak 40 santri dari berbagai pondok pesantren di Jawa Tengah yang memiliki UMKM dilibatkan dalam workshop tersebut.

Tujuan workshop ini supaya para santri tidak hanya unggul di bidang keagamaan, tetapi juga mumpuni dalam sektor usaha dan teknologi. Usai workshop, nantinya selama 2 bulan para santri akan didampingi secara daring oleh pemateri nasional terkait teknologi digital, sehingga para santri dapat memasarkan usahanya sendiri secara efektif dan efisien sesuai perkembangan zaman. Selain itu, para santri juga akan dibantu dalam mengurus perizinan usahanya.

Ketua Umum PRK-I, Luthfi Hizba Rusya menjelaskan, peserta workshop yang berlatar belakang santri ini diharapkan dapat menyerap ilmu yang dibagikan para pemateri, sehingga dapat mengaplikasikan serta menyebarluaskan ke lingkungan pondoknya masing-masing.

“Bagaimana caranya para santri ini bisa berdaya, memiliki knowledge tentang pemasaran, khususnya di bidang digital marketing. Kami bimbing dan kami dampingi hingga ke perizinannya,” jelasnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Pondok Pesantren Al Isti’anah, Sutrisno mengatakan, pasca workshop ini diharapkan para santri ini dapat menyebarluaskan ilmu yang didapat di lingkungan pondok masing-masing.

Sutrisno menambahkan, yang membedakan kewirausahaan pesantren yakni latar belakang wirausaha yang berasal dari pesantren, yang berdasarkan pada syariah, akhlak, dan tauhid.

HIDUPKAN SUASANA: Salah satu pemateri workshop menjadikan salah satu produk UMKM peserta sebagai sampel praktik Digital Marketing.

“Jadi ilmu dari 5 pemateri ini bisa dibawa pulang. Kita praktikkan di pondoknya masing-masing. Karena saya kira, di semua Ponpes itu semua tidak sama. Ada yang berbasis wirausaha kecil, ada yang besar. Nah, nanti materi dari 5 narasumber ini bisa dibawa pulang dan akan dilanjutkan via zoom di sana,” jelasnya.

Salah satu peserta dalam workshop dari Banyumas, Felix Gesit, mengaku sangat terbantu dan terpacu semangatnya untuk mengembangkan usaha yang ia miliki usai mengikuti workshop “Empowering Santri” ini.

“Workshop ini sangat membantu kami, khususnya dalam hal manajemen yang sebelumnya mungkin hanya sekedar manajemen saling berbagi informasi, atau bareng-bareng bekerja sama dengan para santri yang ada untuk mengelola usaha kecil dari bawah. Dengan workshop ini, Insya Allah ada perbaikan manajemen sesuai ilmu yang kami dapat dari sini,” tuturnya.

Pihaknya berjanji akan mengaplikasikan materi yang diberikan pada saat workshop dan meneruskannya ke santri-santri lain di pondoknya. Sehingga dapat membawa manfaat bagi pondok pesantren dan juga masyarakat.

Materi dalam workshop ini dibagi dalam 5 sesi. Mulai dari materi Santripreneur Sukses, Pengusaha Sukses, Digital Marketing dan Media Sosial, Product Branding, dan materi kelima Financial dan Logistic Management. (Nailin RA – Lingkar Media Group)