Lompat ke konten

Lalu Lintas Jepara Macet Imbas Banjir di Demak, Ini Jalur Alternatifnya

JEPARA, Lingkarjateng.id Akses lalu lintas Jalan Pantura Demak-Kudus turut Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak ditutup karena banjir, sehingga tidak memungkinkan untuk dilewati oleh kendaraan. Oleh karena itu, rute dialihkan melewati Jepara.

Adanya pengalihan arus lalu lintas mengakibatkan kemacetan sepanjang jalan Jepara menuju ke arah Demak (Jepara-Demak) dan dari Jepara menuju ke arah Kudus (Jepara-Kudus). Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan, Ferry Yudha.

Untuk menangani kemacetan yang terjadi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Jepara untuk melakukan rekayasa lalu lintas.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Satlantas Jepara terkait manajemen rekayasa lalu lintas,” kata Ferry Yudha.

Ia juga menyampaikan, dalam mengatasi kemacetan ini harus dilakukan pengaturan lampu lalu lintas di beberapa titik yaitu di traffic light Kalipucang Wetan, Gotri, Mayong dan Nalumsari. Diharapkan arus lalu lintas menjadi lebih lancar.

Ia juga mengerahkan anggotanya di beberapa titik tersebut dan Terminal Welahan demi melancarkan laju kendaraan yang keluar masuk area, sehingga tidak menambah kemacetan yang terjadi di jalan raya.

“Kami kirimkan personel Dishub di traffic Mayong, Gotri, dan Terminal Welahan,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan jumlah personel yang ditugaskan berjumlah 54 orang yang bertugas mulai hari Jumat-Minggu, dengan sistem shift jaga di setiap titik lokasi penugasan.

Ada 3 shift jaga yaitu pukul 07.00 -09.00 WIB, pukul 12.00-14.00 WIB, dan pukul 18.00-20.00 WIB.

“Kami tugaskan 54 personel dengan pembagian 3 shift jaga, setiap jaga sekitar 2 jam,” lanjutnya.

Pihaknya selau berkoordinasi untuk melaporkan terkait perkembangan situasi arus lalu lintas yang terjadi di lapangan dengan Dishub Provinsi.

“Kami juga berkoordinasi dengan Dishub Provinsi dan melaporkan situasinya,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat Jepara yang ingin melakukan perjalanan menuju Semarang, agar menggunakan jalur alternatif dari Kedung-Demak untuk menghindari kemacetan.

Masyarakat juga diimbau tetap menaati peraturan lalu lintas yang ada, meski dalam kondisi macet dan berhati-hati dalam berkendara.

“Gunakan jalur alternatif Kedung-Demak dan tetap patuhi lalu lintas demi menjaga keselamatan dalam berkendara,” pesannya. (Lingkar Network | Muhammad Aminuddin – Lingkarjateng.id)