Lompat ke konten

Kasus DBD di Kendal Tertinggi se-Jateng, Ini Upaya Dinkes Provinsi

KENDAL, Lingkar.news – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kendal dinilai cukup tinggi dan mengakibatkan kematian, sehingga pentingnya menjalin kerjasama dengan seluruh stakeholder terkait guna bersama-sama memberatas penyebab dari penyakit DBD itu sendiri.

Untuk itu Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal bersama Balai Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengelar pertemuan Penguatan Strategi Program P2PM dalam rangka Penguatan Sureilans dan Advokasi Program Penyakit Tular Vektor (DBD) di Aula Gedung PGRI Kendal, Selasa, 30 Januari 2024.

Wahyu Handoyo dari Balkesmas Wilayah Semarang usai menjadi narasumber menjelaskan, kegiatan ini dalam rangka menekan angka kasus DBD di Kendal yang cukup tinggi.

“Seperti kita ketahui di Kendal ini sudah ada kasus kematian 7 orang akibat DBD. Sehingga hari ini memang kekuatannya dikerahkan bersama-sama dengan mengundang dinas terkait untuk bagaimana menyelesaikan kasus demam berdarah yang ada di Kendal,” ujar Wahyu Handoyo.

Menurutnya, ada 10 kabupaten/kota yang dinilai mengalami peningkatan kasus DBD, termasuk Kabupaten Kendal yang saat ini fokus dilakukan penanganan.

“Sehingga yang cukup tinggi ini kita coba untuk selesaikan satu persatu, sehingga kita harapkan bisa mengalami penurunan,” bebernya.

Kepala Bidang Program Pengendalian dan Pemberantasa Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kendal, Agustinus Bambang Setyawan menyebut kasus DBD di Kabupaten Kendal pada 2023 tercatat sebagai kasus tertinggi di Jawa Tengah.

“Sehingga salah satunya kegiatan untuk memberantas nyamuk. Dan kami melihat yang tertinggi ada di anak-anak sekolah sehingga kami menyasar di lingkungan sekolah yang menjadi sarang nyamuk yang kita kejar dengan cara Simentik atau siswa mencari jentik,” paparnya.

Ia menjelaskan, pada Januari 2024 ini tercatat sudah ada 24 kasus DBD yang mengakibatkan 7 orang meninggal dunia. Hal tersebut lantaran perubahan iklim dan musim hujan.

“Dibandingkan 2023 sebetulnya landai. Untuk tahun ini target kita harus turun jangan puas dengan landai apalagi ini baru awal tahun,” jelas Bambang. (Lingkar Network | Arvian Maulana – Lingkar.news)