Lompat ke konten

Kades se-Dukuhseti Harap Kembali Dipilih Warga, Janji Rutin Gelar Sholawatan

PATI, Lingkar.news – Kecamatan Dukuhseti Bersholawat tak hanya dihadiri masyarakat, tetapi juga dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Dukuhseti, keluarga besar Nahdlatul Ulama beserta badan-badan otonomnya. Tak luput, hadir pula seluruh kades di Kecamatan Dukuhseti.

Menghadirkan Habib Ahmad Zainal Abidin Al Jufri, Sayyid Sauqi Bil Faqih, para habaib ulama, dan tokoh masyarakat, serta Hadroh Zahirmania Kabupaten Pati.

Dalam kesempatan halal bihalal Pemerintah bersama Masyarakat se-Kecamatan Dukuhseti itu, Ketua Pasopati Kecamatan Dukuhseti Suwardi menyampaikan sejumlah pesan dari rekan-rekan Kepala Desa yang dititipkan padanya.

Pesen dari konco-konco kepala desa se-Dukuhseti, sesok nek nyalon dadikno neh. Kersane nanti sholawatan ini setiap wulan sholawatan terus. Kersane Dukuhseti adem ayem tentrem,” tuturnya. (Pesan dari teman-teman kepala desa se-Kecamatan Dukuhseti, nanti jika mau mencalonkan diri dipilih lagi. Agar nanti sholawatan seperti ini setiap bulan dapat digelar terus. Supaya Dukuhseti menjadi daerah yang tenang dan tenteram).

Dukuhseti Bersholawat Ajak Warga Jaga Toleransi Jelang Tahun Politik

Ia pun mengatakan, jika kewajiban Kepala Desa memang melayani, mengayomi masyarakat. Tugasnya hampir sama dengan polisi. Karena itu, ia pun meminta masyarakat yang dilayani diminta ikut pengertian.

POTRET: Ketua Pasopati Kecamatan Dukuhseti, Suwardi saat memberikan sambutan. (Dok. Lingkar/Lingkar.news)

“Jika ada kejadian apa saja, segera koordinasi dengan petingginya masing-masing. Jangan koordinasi dengan pihak lain. Nanti malah tambah keruh dan tak akan selesai peristiwa yang kalian alami itu,” lanjutnya dalam Bahasa Jawa.

Ia mengingatkan warga agar selalu rukun, tidak gampang dibentur-benturkan. Karena apabila warga bisa hidup rukun, maka para kepala desa juga bisa memimpin dengan tenang.

“Saya yakin jika masalah membantun jalan dan bangunan fisik, Dukuhseti ini tidak ada tandingannya. Semua jago-jago untuk urusan bangun infrastruktur. Akan tetapi yang berat itu memperbaiki mental masyarakat Dukuhseti,” ujarnya lagi.

Menurutnya, untuk membantun mental masyarakat, para kepala desa tak akan sanggup jika tidak ada dukungan dari masyarakat.

Di penghujung sambutannya, ia berharap warga bisa hidup rukun dan damai, serta sejahtera. Serta selalu mengedepankan komunikasi dengan para kepala desa jika ada masalah antarwarga. (Lingkar Network | Koran Lingkar)