Lompat ke konten

JIF-BW Diharap Perkuat Branding Kota Ukir sebagai Kiblat Furnitur di Indonesia

JEPARA, Lingkar.news Jepara International Furniture Buyer Week (JIF-BW) sukses digelar secara online dan offline pada 2-4 Maret 2024. Sebanyak 52 peserta tercatat mengikuti event secara offline.

Hal itu terlihat dari jumlah stand yang berada di Gedung Kalingga Jati, Desa Senenan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Sementara, sekitar 300-an peserta mengikuti event melalui online.

Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta berharap event JIF-BW dapat semakin mendongkrak jumlah buyer terhadap mebel/furniture khas Jepara. Selain itu, JIF-BW juga sebagai wadah bagi para pengusaha mebel untuk memperluas promosi dan pemasaran produk di pasar internasional.

Jepara Kembali Gelar JIFBW, Diharapkan Raih Kesuksesan Ganda

Pihaknya pun berharap, Kabupaten Jepara dapat semakin kuat dalam membranding Kota Ukir dan sebagai kiblat furnitur di Indonesia.

Ia menambahkan bahwa sebanyak 25 negara juga sudah terdaftar di JIF-BW mulai dari Benua Asia bahkan Eropa.

“JIF-BW ini merupakan turunan dari IFEX (International Furniture Expo) yang diadakan di Jakarta, dan ini menjadi wadah bagi pengusaha mebel Jepara yang belum ikut serta di Jakarta kemarin. Untuk acara ini (JIF-BW) ada dua macam, yakni secara online dan offline. Sejumlah 25 negara sudah terdaftar di website JIF-BW. Terhitung dari jumlah keikutsertaan buyer dari mancanegara yang tergabung dalam website JIF-BW ini cukup banyak, mulai dari benua Asia, bahkan Amerika dan Eropa,” tuturnya.

Ketua Bidang Pengembangan Industri Kecil dari Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Kimpling Sukarsa yang juga merupakan salah satu penggagas JIF-BW menjelaskan, pihaknya menginginkan adanya ikon untuk menguatkan branding bahwa Jepara adalah Kota Ukir.

Diluncurkan Besok, Jepara International Furniture Buyer Weeks akan Dihadiri Industri Besar hingga UMKM

“Kami akan adakan event seperti ini setiap tahunnya pada bulan Maret. Karena ini merupakan lanjutan dari event IFEX (International Furniture Expo) yang diadakan di Jakarta,” ucap Sukarsa di Jepara, pada Selasa, 5 Maret 2024.

Ia menyampaikan, pemilihan bulan Maret untuk mengadakan Jepara International Furniture Buyer Week (JIF-BW) bukan tanpa alasan. Mengingat, pameran furniture berjalan berurutan pertama digelar di Vietnam, kemudian IFEX Jakarta, JIF-BW, lalu dilanjut Malaysia dan China.

“Nanti akan ada pameran Asia dari semua elemen bisnis furniture yang ada di dunia, tepatnya di China. Kemarin di IFEX itu para buyer melihat hasil produk yang dipamerkan di sana. Para buyer juga ingin melihat tempat produksi maka mereka bisa datang untuk mengunjungi JIF-BW ini karena peserta di sini merupakan produsen itu sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya menyatakan sangat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara) karena telah mendukung penuh Jepara International Furniture Buyer Week (JIF-BW) yang merupakan pameran mebel terbesar di Bumi Kartini.

“Kami harap dengan adanya ini bisa memajukan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berkecimpung dalam bidang industri mebel ini,” ujarnya.

Sementara itu, Anas Alhafidz owner dari Tsabit Gallery yang merupakan salah satu peserta JIF-BW mengaku sudah kedua kalinya mengikuti event ini.

“Untuk acara JIF-BW secara offline di gedung ini. Diadakan selama dua hari, terhitung mulai hari Sabtu, 2 Maret 2024, Minggu, 3 Maret 2024, dan Senin, 4 Maret 2024. Semenjak dibukanya acara ini antusias buyer cukup tinggi mulai dari lokal maupun mancanegara,” ucapnya.

Ia mengaku bahwa hal tersebut diluar ekspektasi dirinya sebagai peserta baru JIF-BW.

“Di luar ekspektasi saya selaku peserta yang baru mengikuti acara pameran seperti ini,” imbuhnya.

Sebelumnya, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setda Jepara, Muh Tahsin yang mewakili Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta saat pembukaan JIF-BW berharap agar JIF-BW mendapat kesuksesan yang berganda.

Pertama yakni melalui peningkatan nilai transaksi. Pada tahun 2023, sebanyak 2,43 juta US Dolar untuk transaksi internasional dan Rp 26 miliar untuk transaksi lokal. Kedua, melalui kontinuitas belanja dari para buyer (pembeli) pada JIF-BW.

“Kami berharap semoga mendapatkan kesuksesan ganda pada tahun ini, dan lebih besar nilai transaksinya dari tahun sebelumnya,” kata Muh Tahsin. (Lingkar Network | Muhammad Aminudin – Lingkar.news)