Lompat ke konten

Jelang Pilkada 2024, NasDem Mulai Jaring Bakal Calon Bupati Jepara

JEPARA, Lingkarjateng.id Partai Nasional Demokrat (NasDem) Jepara membuka penjaringan bakal calon Bupati Jepara yang akan diajukan dalam kontestasi Pilkada 27 November 2024.

“Kami baru sebatas menjaring. Ketika ada tokoh yang siap maju akan kami nilai dulu, dan selanjutkan akan ditempuh mekanisme partai melalui DPW dan DPP Partai Nasdem. Sebab keputusan calon yang diajukan nantinya dari DPP,” ujar Ketua DPD Partai Nasdem Jepara Pratikno baru-baru ini.

DPD NasDem akan menentukan bakal calon bupati Jepara berdasarkan 11 kriteria. Yakni tokoh muda visioner dan inovatif, netral dan bisa merangkul semua kalangan serta tidak punya beban politik/ tidak tersandera kepentingan kelompok, memiliki kemampuan manajemen yang baik dalam mengelola sumber daya manusia dan potensi sumber daya alam baik kelautan maupun pertanian secara komprehensif.

Kriteria bakal calon bupati Jepara juga harus memiliki karakter yang beradab berakhlak dekat dengan semua kalangan, berani dan komitmen mewujudkan Jepara yang lebih baik. Selanjutnya memahami karakter dan kondisi Jepara di semua bidang, punya semangat dan etos kerja yang kuat, mapan sehingga mampu membawa kesejahteraan Jepara ke depan, peduli, responsif, berintegritas.

Selanjutnya, calon bakal bupati Jepara juga harus mau mendengar suara masyarakat, tulus dan totalitas dalam pengabdian, tidak punya dosa politik serta mampu berkoordinasi, mengakomodasi dan punya jiwa diplomasi dan komunikasi yang baik, ditingkat lokal, regional, nasional bahkan internasional.

Pratikno mengungkapkan saat ini telah melakukan komunikasi politik dengan salah satu tokoh yaitu Witiarso Utomo yang saat ini telah siap maju ke kontestasi Pilkada. Akan tetapi, hal tersebut tidak menutup kemungkinan jika kemudian muncul putra Jepara lain yang juga memenuhi kriteria.

“Kami memandang yang bersangkutan memenuhi kriteria yang ditentukan oleh DPD Partai Nasdem, dan juga sampai saat ini belum ada tokoh lain yang muncul dan siap, kalaupun ada baru sebatas wacana,” terangnya.

Sedangkan terkait bakal calon wakil bupati, Pratikno menyampaikan bahwa Keputusan tersebut akan ditentukan bakal calon bupati yang diusung serta kesepakatan partai koalisi.

“Jadi kami bebaskan calon bupati untuk memilih wakilnya sendiri. Kami tentu juga akan melakukan komunikasi politik dengan partai lain dan melakukan koalisi untuk mengusung calon. Sebab partai Nasdem masih membutuhkan tiga kursi untuk mengusung calon,” terangnya. (Lingkar Network | Tomi Budianto – Lingkarjateng.id)