Lompat ke konten

Jelang Lebaran 2023, Pemkab Kendal Bangun Sinergi Ciptakan Wilayah Kondusif

KENDAL, Lingkar.news Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal, Jawa Tengah melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Rapat Koordinasi Pengamanan Wilayah (Rakorpamwil) dengan tema “Sinergitas dalam Rangka Menjaga Terpeliharanya Stabilitas dan Kondusifitas Wilayah di Kabupaten Kendal pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 2023/1444 Hijriah”. Kegiatan berlangsung di Pendopo Tumenggung Bahurekso Setda Kendal, pada Selasa, 4 April 2023.

Bupati Kendal Dico M Ganinduto mengungkapkan, persiapan menghadapi Lebaran 2023 merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya. Namun di tahun ini, kata Bupati Dico, ada beberapa hal yang harus disiapkan usai dicabutnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Karena tahun ini ada sedikit perbedaan dari tahun kemarin seperti mudiknya lebih banyak, pandemi juga sudah membaik. Jadi harus kita siapkan dengan benar dan dengan baik,” kata Bupati Dico.

Ia akan memastikan stok kebutuhan pokok untuk masyarakat di Kabupaten Kendal aman dengan melakukan pengecekan bersama dinas terkait maupun Bulog.

“Yang pertama supply dan demand kebutuhan pokok masyarakat yang ada di Kabupaten Kendal ini juga harus kita cek untuk memastikan dan melihat stok dengan kebutuhan masyarakat. Kira-kira bisa kita penuhi atau tidak. Sehingga kalau itu bisa kita jaga, Insya Allah kenaikan harga juga bisa kita jaga,” jelasnya.

Terkait arus mudik yang diprediksi akan melonjak tinggi, Bupati Dico berjanji akan memastikan pelayanan prima kepada masyarakat. Terutama di rest area jalan tol maupun pantura di wilayah Kabupaten Kendal.

Sementara, Kepala Kesbangpol Kendal Suharjo menjelaskan bahwa, Rakorpamwil bertujuan untuk membangun sinergitas dalam rangka menciptakan kondusifitas wilayah menjelang Lebaran 2023.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, menjelang Hari Raya Idul Fitri merupakan rawan kejahatan. Untuk menyikapi itu semua, diperlukan sinergitas antar Forkopimda bersama seluruh lembaga terkait, tokoh masyarakat, tokoh agama, untuk menciptakan kondisi yang aman bagi masyarakat,” ungkap Suharjo.

Ia menambahkan, Rakorpamwil juga bertujuan untuk memastikan kondisi di lapangan terkait ketersediaan pangan, perekonomian, energi, dan infrastruktur agar selalu dianalisa dan dipantau.

“Masalah stok pangan, termasuk distribusinya menjadi isu rawan yang harus dibahas supaya keterjaminan dan ketersedian pangan tetap ada,” imbuhnya. (Lingkar Network | Arvian Maulana – Koran Lingkar)