Lompat ke konten

Hujan Deras, 55 Hektare Sawah Terendam Banjir di Jepara dan Tanggul Jebol

JEPARA, Lingkarjateng.id – Banjir menerjang sebagian wilayah Kabupaten Jepara sehingga mengakibatkan sawah dan rumah warga terendam air hingga tanggul jebol.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto pada Rabu, 24 Januari 2024.

Banjir merendam 30 rumah warga Desa Clering, Kecamatan Donorojo dan 52 kepala keluarga (KK) ikut terdampak.

Ia menyebutkan bahwa, terdapat 3 dukuh yang terdampak yaitu Dukuh Pasokan Tawangrejo RT 06 RW 02, Dukuh Karangrejo RT 04 dan RT 05 RW 02, dan Dukuh Tawangrejo RT 03 RW 02.

Ketinggian air yang menggenangi jalan mencapai kurang lebih 30 sentimeter. Sedangkan ketinggian air yang merendam rumah warga mencapai kurang lebih 10 sentimeter.

Banjir yang diakibatkan karena terjadinya hujan deras pada Selasa, 23 Januari 2024 pukul 23.00 WIB itu, juga mengakibatkan tanggul jebol di beberapa titik hingga mengakibatkan 55 hektare sawah terendam yang berada di 4 titik, Beberapa luas sawah yang terendam diantaranya ada yang 10 hektare sawah, 25 hektare sawah, 5 hektare sawah, dan 15 hektare sawah.

“Untuk tanggul jebol, ada di Karangsari 6 meter x 4 meter RT 04 RW 01,” sebutnya.

Akibatnya, 10 hektare sawah terendam air.

“Kemudian di Sungai Kalingasem, merendam 25 hektare persawahan, saluran irigasi blok Ngasem merendam 5 hektare persawahan,” ucapnya.

Sedangkan saluran air sungai blok Ngorono merendam 15 hektare sawah.

“Air juga merendam jalan desa setinggi kurang lebih 30 sentimeter dan beberapa rumah di Dukuh Pasokan Tawangrejo,” paparnya.

Kondisi saat ini, kata dia, banjir yang merendam beberapa rumah warga kini berangsur-angsur surut dengan sisa genangan air di dalam rumah kurang dari 5 sentimeter.

“Kondisi air sudah mulai surut berkisar antara 20 sentimeter hingga 30 sentimeter di jalan. Saat ini masyarakat masih beraktivitas seperti biasa,” jelasnya.

Arwin mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Clering untuk upaya penanganan.

Sementara itu, curah hujan yang tinggi juga mengakibatkan Bendungan Elim setinggi 4 meter dan lebar 12 meter di Dukuh Jeruk Sedayu, Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, jebol pada Selasa, 23 Januari 2024.

Arwin mengatakan, Bendungan Elim jebol karena tidak kuat menahan debit air sungai yang deras. Sehingga dampaknya tidak bisa mengairi lahan persawahan kurang lebih 450 hektare.

“Tidak ada korban jiwa, kerugian mencapai sekitar Rp900.000.000,” imbuhnya. (Lingkar Network | Tomi Budianto – Lingkarjateng.id)