Lompat ke konten

DBD di Jepara Melonjak! 884 Suspect, 156 Positif dan 20 Pasien Meninggal

JEPARA, Lingkarjateng.idKasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Jepara menjadi perhatian nasional hingga Kementerian Kesehatan menerjunkan tim peneliti untuk melakukan tes sampel darah pasien DBD.

Pelakasana Harian Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Eko Cahyo Puspeno, menjelaskan perkembangan kasus DBD di Jepara hingga 5 Maret 2024, tercatat ada 884 pasien yang dinyatakan tersangka DBD.

“Lalu, terdapat 156 positif DBD, dan meninggal 20 kasus. Dari 20 kasus meninggal, 16 di antaranya usia anak-anak,” jelasnya.

Merespons tingginya kasus DBD di Jepara, Palang Merah Indonesia (PMI) Jepara dan Kota Semarang memberikan bantuan losion atau krim anti nyamuk untuk dibagikan kepada siswa sekolah guna mencegah lonjakan kasus.

Jepara Peringkat 5 Nasional Darurat DBD, Kemenkes Cek Sampel Darah Pasien

Ketua PMI Jepara, Sutedjo S. Sumarto, mengatakan bantuan krim anti nyamuk tersebut terdiri dari tiga kemasan. Kemasan botol 1.040, sachet 15.408, dan kemasan tube 118. Bantuan tersebut diserahkan kepada perwakilan Kantor Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga (Disdikpora) Jepara.

“Dari PMI Kota Semarang sebanyak 1.000 botol losion. Lainnya dari PMI Kabupaten Jepara. Semoga dapat menekan kasus demam berdarah dengue di Jepara,” ujar Sutedjo, Rabu, 6 Maret 2024.

Pembagian krim anti nyamuk tersebut akan diprioritaskan di daerah dengan kasus DBD tinggi seperti di Kedamatan Pecanggan dan Desa Troso. Krim anti nyamuk tersebut dibagikan untuk siswa tingkat sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah mengingat mayoritas pasien DBD adalah masyarakat usia anak-anak.

Penyaluran krim anti nyamuk tersebut diharapkan bisa merata ke sejumlah sekolah sehingga bisa dimanfaatkan secara serentak. (Lingkar Network | Tomi Budianto – Lingkarjateng.id)