Lompat ke konten

Angka Pengangguran Terbuka di Jepara Capai 23.000 Orang

JEPARA, Lingkarjateng.id – Tingkat pengangguran terbuka di Jepara mengalami penurunan. Pada tahun 2022 jumlah pengangguran terbuka di Jepara mencapai 28.683 orang atau 4,1 persen, sedangkan pada tahun 2023 mencapai sekitar 23 ribu orang atau 3,25 persen.

Kepala Bidang (Kabid) Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara, Eko Sulistyo, mengatakan bahwa kesuksesan penurunan angka pengangguran terbuka di Jepara ditempuh dengan berbagai upaya. Seperti menciptakan wirausahawan baru dengan pelatihan-pelatihan, kegiatan yang tidak berimbas secara langsung, yaitu pelaksanaan PBJ (Penyuluhan Bimbingan Jabatan).

“PBJ merupakan penyiapan fresh graduate sejak di bangku SMK. Jadi kita berikan pemahaman kepada mereka tentang dunia kerja itu seperti apa dan itu sangat efektif sekali. Karena rata-rata penyumbang tertinggi angka pengangguran adalah lulusan SMK,” jelasnya.

Kemudian, Diskopukmnakertrans juga melakukan pembinaan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) khusus di pondok-pondok pesantren dan LPK (Lembaga Pelatihan Kerja).

“Jumlah BLK kita ada 26 dan LPK 31. Selain itu, kita juga mencoba men-treatment perusahaan untuk bisa membuka lowongan dengan mengutamakan dari kita. Kita juga melakukan MoU dengan beberapa perusahaan yang ada di Jepara,” tuturnya.

Selain itu, menurut dia, yang menjadi kendala dan permasalahan para tenaga kerja baru terletak pada mentalitas para pekerja baru. Di mana produktivitas para pekerja baru masih tergolong rendah.

“Hal ini memang tidak hanya terjadi di Jepara saja. Kami sampai ada program pengukuran produktivitas yang tim asesornya dari Semarang untuk mengukur produktivitas para pekerja baru ini,” tegasnya. (Lingkar Network | Tomi Budianto – Koran Lingkar)